ENERGI
GEOTHERMAL
•
Energi Geothermal berasal dari pernguraian radioaktif di
pusat bumi, yang membuat bumi panas dari dalam, dan dari matahari, yang membuat
panas permukaan bumi.
ENERGI SURYA
•
Energi Surya adalah energy yang dikumpulkan langsung dari
cahaya matahari. Meskipun sumber energinya mudah dan gratis, pembangkit listrik
tenaga surya terbukti masih mahal untuk direalisasikan secara massal
dikarenakan harga panel yang mahal.
ENERGI ANGIN
•
Tenaga angin adalah hasil konversi energy angin menjadi
energy tepat guna.(energy mekanik, energy kinetik dan energy potensial)
ENERGI AIR
•
SIKLUS AIR
•
Energi air banyak digunakan pada PLTA menggunakan energy
potensial (gaya gravitasi) pada air terjun ataupun air yang mengalir, diarahkan
untuk memutar turbin, putaran turbin dikonversi menjadi energi listrik oleh
generator.
•
Besarnya output energy listrik yang dihasilkan tergantung
dari volume reservoir, ketinggian jatuh volume air dari reservoir ke aliran
keluar air.
•
Untuk daerah terpencil, dibutuhkan PLTA skala kecil atau
biasa disebut pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Dengan karakteristik yang
sama dengan PLTA industry, mikrohidro memiliki banyak kelebihan seperti
distribusi listrik ke daerah terpencil, sebagai pengendali banjir, irigasi
pertanian, dan sebagainya
ENERGI BIOMASSA
•
TUMBUHAN+LIMBAH+FERMENTASI
•
Tumbuhan
biasanya menggunakan fotosintesis untuk menyimpan tenaga surya, air,
dan CO2. Bahan bakar bio adalah bahan bakar
yang diperoleh dari biomass - organisme atau produk dari metabolisme mereka,
seperti kotoran sapi. Hal ini merupakan energi terbaharui.
•
Biasanya
bahan bakar bio dibakar untuk melepas energi kimia yang tersimpan di dalamnya.
Riset untuk mengubah bahan bakar bio menjadi listrik menggunakan sel bahan
bakar adalah bidang penelitian yang sangat aktif.
•
Biomass
dapat digunakan langsung sebagai bahan bakar atau untuk memproduksi bahan bakar
bio cair. Biomass yang diproduksi dengan teknik pertanian, seperti biodiesel, ethanol,
dan biogas dapat dibakar dalam mesin pembakaran dalam atau pendidih.
•
Sebuah hambatan pada seluruh biomass adalah proses
produksinya harus melalui beberapa tahap sebagai berikut: dikembangkan, dikumpulkan, dikeringkan,
difermentasi dan dibakar. Seluruh langkah ini membutuhkan banyak sumber daya
dan infrastruktur.
KEMUNGKINAN
PEMAKAIAN
ENERGI GEOTHERMAL
•
Menghasilkan energy listrik.
•
Penghangat ruangan (gedung).
•
Menghangatkan temperatur rumah kaca.
•
Proses pengolahan dan penyiapan
produk pada pabrik bubur kayu.
•
Menghangatkan tanah untuk keperluan
agrikultur.
•
Produksi es kering dari
karbondioksida energy geothermal.
•
Produksi borax dengan memanfaatkan
uap geothermal.
ENERGI SURYA
•
Menghasilkan energy listrik.
•
Menggunakan panel surya
(photovoltaic arrays).
•
Menggunakan tenaga panas matahari.
•
Menghangatkan air.
•
Penghangat ruangan (gedung).
•
Mengeringkan hasil produksi
perkebunan dan peternakan.
•
Dengan memanfaatkan sinar matahari
langsung.
•
Menggunakan udara hangat akibat
panas matahari dengan mengalirkannya melalui material yang akan dikeringkan.
•
Produksi garam dengan menguapkan air
laut atau air asin di daerah terpencil.
ENERGI ANGIN
•
Menghasilkan energy listrik.
•
Untuk memanen produk hasil
agrikultur.
•
Memompa air untuk keperluan domestic
seperti air minum hewan ternak dan irigasi lahan.
•
Melakukan aktivitas agrikultur
seperti penggilingan jagung, penggilingan tebu, memisahkan gabah dari padi, dan
memotong.
•
Mengalirkan air penyulingan untuk
produksi garam.
•
Untuk menggerakkan kapal layar.
ENERGI AIR
•
Menghasilkan listrik.
•
Pengendalian banjir.
•
Irigasi lahan agrikultur.
•
Rekreasi/wisata air.
ENERGI BIOMASSA
•
Menghasilkan listrik.
• Melalui hasil uap pembakaran limbah
•
Bahan bakar kendaraan.
•
Kebutuhan rumah tangga.
•
Konversi energy biomassa menjadi
energy terbarukan menggurangi kuantitas limbah-limbah alam maupun buatan.
•
Dijadikan pupuk alam untuk aktivitas
produksi agrikultur.
•
Pembuatan ethanol dan methane.
•
Pembuatan arang kayu.
PENGEMBANGAN
ENERGI GEOTHERMAL
•
Sebuah teknologi Geothermal baru
sedang dikembangkan di Amerika Serikat. Helical Rotary Screw Expander adalah
alat baru untuk system yang menggunakan air panas atau uap. Alat ini pada
bagian dalam menggunakan dua baling-baling dengan arah putaran yang berlawanan
sebagai alat pemindah positif (positive displacement device) dengan air panas
geothermal yang mendidih. Uap yang terekspansi kemudian menggerakkan rotor,
energy kinetic pada rotor dapat dikonversi untuk sumber penggerak utama pada
system mekanis atau digunakan unutk generator pada pembangkit listrik.
ENERGI SURYA
Energi
surya adalah energi yang didapat dengan mengubah energi panas surya (matahari)
melalui peralatan tertentu menjadi sumber daya dalam bentuk lain.Energi surya
menjadi salah satu sumber pembangkit daya selain air, uap,angin, biogas, batu
bara, dan minyak bumi.
Teknik
pemanfaatan energi surya mulai muncul pada tahun 1839, ditemukan oleh A.C.
Becquerel. Ia menggunakan kristal silikon untuk mengkonversi radiasi matahari,
namun sampai tahun 1955 metode itu belum banyak dikembangkan. Selama kurun
waktu lebih dari satu abad itu, sumber energi yang banyak digunakan adalah
minyak bumi dan batu bara. Upaya pengembangan kembali cara
memanfaatkan energi surya baru muncul lagi pada tahun 1958. Sel silikon yang
dipergunakan untuk mengubah energi surya menjadi sumber daya mulai
diperhitungkan sebagai metode baru, karena dapat digunakan sebagai sumber daya
bagi satelit angkasa luar
1.
Padat radiasi surya pada saat memasuki atmosfer diperkirakan sebesar 1.2
kW/m² dari jumlah itu 47% atau (dibulatkan) lebih-kurang 560 W/m² yang diserap
bumi. Jika angka perkiraan itu benar untuk Indonesia, yang mempunyai luas
wilayah daratan sebesar 2 juta km², dengan memisalkan suatu efisiensi dari
hanya 10%, daya berasal dari radiasi surya secara potensial tersedia adalah
2.10x6.10x6 ; 5,6.10².10x-1 = 1,12.10x8 MW.
Pemakaian dan pemanfaatan Energi
Surya
• Sinar matahari ditangkap oleh daun-daun
tumbuhan, yang dikumpul dalam bentuk kayu dan massa bio sebagai kayu bakar dan
massa bio.
• Pemanasan lautan atau proses siklus hidrologik
dimana lapisan permukaan air laut menjadi panas dan lapisan bawah laut dingin,
panas di permukaan ini merupakan potensi energi yang dapat dimanfaatkan dengan
cara Konversi Energi Panas Lautan (KEPL), yang yang biasa disebut Ocean Thermal Energy Convertion (OTEC).
•
Pemakain dan pemanfaatan secara langsung dengan
cara menjemur pakaian, menjemur ikan, membuat garam dan masih banyak yang lain.
• Dengan alat kolektor penangkap dan pengumpul
sinar matahari yang kemudian dikonversikan atau dijadikan untuk memanaskan air
atau dengan prinsip fotovoltaik diubah langsung menjadi tenaga listrik.
• Alat alat yang di buat lebih inovatif untuk
dimanfaatkan sebagai penangkap sinar matahari seperti sepeda dengan penggunaan
energi matahari.
![]() |
| Sepeda Surya |
•
![]() |
| Cermin berbentuk parabola dalam sistem mesin Stirling yang dipakai untuk membangkitkan energi surya. |
![]() |
| Panel-panel penangkap sinar matahari |
Penerapan energi surya
Energi surya telah banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa diantara aplikasi tersebut antara lain :
1. Pencahayaan bertenaga surya
2. Pemanasan bertenaga surya,
untuk memanaskan air, memanaskan dan mendinginkan ruangan,
3. Desalinisasi dan
desinfektisasi
4. Untuk memasak, dengan
menggunakan kompor tenaga surya
5. mengeringkan hasil pertanian (perkebunan, perikanan, kehutanan,
tanaman pangan) dan memanaskan air.
Yang kini masih angan-angan, dipergunakan
sebuah satelit surya yang beredar dalam satu orbit diatas bumi untuk menagkap
sinar-sinar matahari dan mengubahnya menjadi pancaran gelombang mikro, yang
dikirim langsung ke suatu stasiun di bumi. Stasiun dibumi ini mengubah pancaran
gelombang mikro ini menjadi tenaga listrik, yang selanjutnya ditransmisikan dan
didistribusikan secara konvensional kepada masing-masing rumah.
Alat yang dipakai atau dibuat manusia untuk
menangkap energy panas matahari begitu beragam diantaranya Satelit surya,
Kolektor surya, panel-panel penangkap sel surya, water heater, dan masih akan
berkembang lagi.
ENERGI ANGIN
•
Pengembangan teknologi dan ekonomis pada energi
angin dapat diperkirakan selesai 5-10 tahun ke depan. Penelitian dan
pengembangan terdiri dari beberapa program, yaitu:
• Studi teknik material pada kincir angin
komersial, didesain untuk meningkatkan teknik produksi dan pengurangan biaya;
•
Pengembangan system kincir angin untuk proses
produksi poros daya mekanik dan pembangkit listrik, memanfaatkan berbagai
bahan/material dan teknologi yang tersedia sebanyak mungkin.
•
Pengembangan pemusatan system daya yang
sederhana, dapat diandalkan, dan dapat diservis.
•
Aplikasi teknologi yang diketahui untuk
mengadaptasikan system kincir angin pada berbagai macam kondisi lingkungan
(seperti angin, air hujan, salju, es, temperature ekstrim), yang termasuk
pengembangan rotor jenis baru untuk aplikasi skala kecil.
•
Program-program pengembangan di atas
ditargetkan untuk dapat menghasilkan beberapa jenis kincir angin baru yang
dapat diaplikasikan pada daerah desa-desa dan daerah terpencil dengan hasil
daya 750W-11kW, kecepatan angin 16 km
per jam.


